Malam indah bulan purnama
Di kala ku terpesona
Datanglah karib meminta diri
Untuk pergi tunaikan bhakti

Meskipun berat menekan rasa kata diucapkan
Namun tuk mu jua aku sampaikan
Dengarkan petuah dan pesan

Sungguh suci murni citamu bak bunga belum layu
Mekarlah hatimu
Kembang sayapmu
Jauh pandangan hidupmu

Smoga dikau pergi tanpa halangan dalam perjalanan
Smoga dikau kembali beserta bingkisan pemberi harapan

Ps: Sebuah lagu yang penuh kenangan masa kecil. Terima kasih untuk Ibu Bapak Guru yang telah mengajarkan lagu ini dan meninggalkan kenangan manis di masa SD-ku. Semoga selalu berbahagia.

Aku menyukai waktu pagi seperti ini. Aku menyukai malam yang tenang. Aku menyukai waktu diantara keduanya.

Semoga menjadi jiwa yang selalu berbhakti. Semoga ikrar tertunaikan.

Ciye, yang liat senyumnya, yang liat dia lagi mainan.

Cup cup yang engga dilihat. :D

Seneng kok, seneng. 

Hari ini seharian bareng maba-maba aku tersayang. Main sana, main sini. Ice breaking hingga tertawa lepas sampai perut sakit, terutama yang terakhir tuh, mainan jempol. Jempol deh buat kalian semua.

Antre lama buat foto dan pada akhirnya terucaplah kalimat ini:

Nanti saja, di suatu hari saat kita semua dapat kumpul bersama lagi.

Yeah,OHU ini benar-benar akhir dari OSKM 2014. Tapi aku punya keyakinan bahwa hubungan kami ini akan tetap terjalin selamanya. 

Tuh kan. Oke kawan, mulainya tuh .. di sini.

Kangen.
Biasanya rindu ini segera lebur di bawah kerlip bintang.
Biasanya aku cepat sadar bahwa aku dan kamu hanya terpisah sepersekian detik cahaya.
Biasanya aku tahu, aku dan kamu berada di bawah langit yang sama, dan semua akan baik saja.
Tapi tidak sekarang, ini bukan yang biasanya.
Biasanya itu kapan memangnya?
Kamu? Kamu siapa? Kamu yang mana?
Andai aku segera tahu siapa kamu, mungkin kita bisa saling menemani memandang langit dan menanti bintang jatuh, sambil menatap masa depan gemilang. Ya, bukan hanya melihat masa lalu dari ratusan juta tahun silam, yang cantik cahayanya meski menerangi pun dia tak mampu.

Kata ayah sejarah adalah ilmu pasti. Aku menyukainya. Entah itu untuk belajar kebijaksanaan dari masa lalu atau sekedar berfantasi. Tapi belakangan ini aku tahu bahwa kebesaran bangsa ini di masa lalu dibangun atas kesadaran dan rasionalitas yang tinggi, jadi bukan karena klenik atau sejenisnya yang serba misterius.

Ini cerita tentang tahun keduaku, setelah tahun lalu tinggal di asrama kampus. Sekarang aku di sini. Kamar yang meski hanya sepetak, bisa membuatku tidur terlelap. Melindungiku saat aku belajar merenungi banyak hal baru, tentang hidup, tentang cita dan cinta.

Hai hai. Selamat pagi semesta!

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Ibu, Ayah

Terima kasih telah membuatku di sini dan mempercayaiku sebagai puteri terbaikmu.

Semoga harimu membahagiakan wahai saudaraku.

Oh bumi, apa kau tau sesungguhnya aku pun menyayangimu?

Tuhanku, terima kasih untuk semua hal baik dan yang harus selalu ku perbaiki dalam hidup ini.

It could be an amazing day!

Ini nih cerita awal kuliah di semester 3.

Kemarin si baru dapat ucapan “welcome to the jungle” dari seorang Kakak.

Jadi, kita mau kemah nih? Atau hidup mengembara seperti Pandhawa saat diasingkan? Ciah, hayu aja. Kan rame-rame ber-102 orang. Haha

H1. Lupa-lupa ingat sih. Yang pasti hari itu salah kelas. Padahal aku udah dengerin ibunya dengan sabar. Ternyata bukan dia. Dan, kami pun pindah kelas. Yaya.
Statdas kosong, jadi hari itu cuma belajar termo yang …..

H2. Salah ruang lagi dan kelas FR dibubarin. Yauda si jadi pada main futsal cowo-cowonya. Sorenya ada kelas KWN dan lagi-lagi gaada dosen, cuma absen doang terus pulang.

H3. Hari ini belajar matematika euy. Kelasnya sepi tapi seru-seru aja. Haha. Hari ini ketemu patner dan maba-maba aku, seneng dah. Barusan bantuin temen-temen skhole juga buat sesuatu.

Dan sekarang? Bobo yuk!