October 19 2014

Dunia sudah mulai mendengar keinginan masa kecilkku, dan aku benar ingin menghidupinya kembali. Rindang ingin jadi Guru SD. Dan hebatnya, untuk sampai ke sana aku harus di sini dulu. Ah, seorang Insinyur menjadi Ibu Guru? Yaela, apa kata dunia? Apa hayooo? 

Sebuah kebimbangan adalah saat aku juga menyadari tentang profesionalitas. Dan dunia jadi lebih menantang. Tapi aku percaya, aku selalu mendapatkan apa yang aku butuhkan, bagaimana pun caranya.

Aku butuh berbagi dengan anak-anak. Aku butuh bicara pada mereka tentang indahnya bermimpi. Aku butuh tertawa dan tersenyum dengan mereka, bercerita tentang negeri yang membutuhkan mereka, bercerita tentang indahnya keberagaman dan santunnya bangsa ini, dan betapa kaya hatinya orang Indonesia, kecakapannya menjaga alam yang mestinya ada pada jjiwa setiap kita.

Dan aku, di sini aku menyambut diri sendiri di depan jurang, aku terjatuh, terjerambab, terguling dan meringis kesakitan. Tidak, aku tidak pernah bersakit-sakit sendirian. Aku punya mereka yang mencintaiku, Ibu dan Ayahku, dan bersama cita-citaku aku bangkit lagi. Menatap dunia dengan lebih berani.

Di jalan ini aku kehilangan satu hal yang sangat berarti, cinta pertamaku benar-benar telah pergi. Jauh sekali dari pandanganku, apalagi dunia kami menjadi begitu berbeda. Tapi pun begitu, yang kudapatkan di sini tak tergantikan dengan kebahagiaan semu. Terlalu mahal bahkan bila dibandingkan dengan cinta yang .. 

Ini saatku memperbaiki diri, 

October 13 2014

Olalaa. Aku tidak bisa menyelesaikan ujianku boy tapi aku tersenyum manis sekali. Menyadari diri sehat kembali.

October 10 2014

Kami sudah berada di jalan yang benar. Tinggal kami jalannya bener atau enggak, gitu si, mangaaat boy, caisss!

October 10 2014
Seneraka apa pun semester ini, kalau dilalui bersama, bareng-bareng pasti bisa. Buktinya kami bisa, jadi kalian pasti lebih bisa.
— Bang Riki
October 10 2014

Ada yang merindu. Ada yang tersenyum.

Bunda, masih percaya kan kalau aku selalu bisa? Tetaplah begitu Bunda. :*

October 07 2014

Jalanan yang terasa keras ini akan ku tanami dengan bunga-bunga indah, kan ku jadikan taman yang selalu hidup dalam hatiku. 

October 07 2014

Karena aku masih percaya dan selalu mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaan yang kuajukan. Maka aku terus bertanya.

Siapa? Kapan? Dimana?

October 07 2014

Teman. Aku benar-benar sedang membutuhkan teman hidup, andai kau tahu. Hidup sehidup-hidupnya. Temanku di kala pagi dan petang, dan waktu diantara keduanya. Temanku bersama menghirup udara semesta. Temanku berlarian mengejar matahari. Temanku menyelami samudera dunia. Temanku rebah jatuh, terlentang dan berdiri. Teman yang dengannya kuuntai kebaikan bagi sesama dan alam semesta raya.

Teman, kau dimana?

October 07 2014

Apa kita bisa memilih Ibu dan Ayah kita? Tidak.

Apa kita bisa memilih teman-teman satu angkatan kita? Tidak.

Karena itulah angkatan juga bisa disebut keluarga.

Lalu aku bertanya.

Apa aku tidak bisa memilih temanku?

Apa kau harus memilih teman hidupmu?

Mengapa begitu? 

October 06 2014

Malam ini. 

Aku harus berkata bagaimana?

Tidak ada tempatku untuk menangis, maka aku pun tersenyum.

Bias bersama setumpuk kertas yang meminta perhatian.

Sedangkan hatiku entah dimana, sedang apa.

Kehilangan, lagi.

Kehilangan tanpa sebelumnya memiliki apa benar ini begitu?

Sedu sedan itu tiada lagi punya makna bagiku.

Aku sendirian, menemani orang-orang berlarian.

Bandung, 6 Oktober 2014